Tahukah
kalian wahai warga sipil, yang tepatnya berada di Unnes bawasanya ada warga di
sekitar kita yang tidak
begitu jauh dari Unnes yang membutuhkan bantuan kita, bukan
materi atau sekedar sembako yang mereka butuhkan akan tetapi pikiran dan
gotongroyong kitalah untuk bangunan sederhana yang tahan akan pergerakan tanah
dan aman untuk mereka.
Secara
administrasi Dukuh Deliksari termasuk dalam wilayah Desa Sukorejo Kecamatan
Gunungpati Kota Semarang dengan luas Dukuh secara keseluruhan adalah 2,43 ha.
Nasib yang dialami oleh warga Deliksari Kelurahan Sukorejo, Gunungpati ini
memang tidak mudah. Setiap tahun mereka harus menghadapi kondisi alam yang
tidak bersahabat dan menjadi bencana, yakni tanah bergerak.
Setiap musim penghujan
datang, warga Dukuh
Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati selalu khawatir akan
kondisi rumah dan jalan kampung mereka yang selalu bergeser secara perlahan
akibat pergerakan tanah pada lereng. Pergerakan tanah ini terjadi secara
berlahan sehingga tidak sampai merobohkan rumah dalam seketika, sehingga setiap
tahun pula warga secara bergotong-royong memperbaiki rumah yang rata-rata
terbuat dari material kayu. Dukuh
Deliksari merupakan salah satu daerah rawan longsor di Kota Semarang,Dihuni keluarga dengan
tingkat pendidikan rendah. Sebagian
besar masyarakat berpendidikan di bawah SMA dengan prosentase paling banyak
hanya lulusan SD yaitu sebesar 32% (2005). Sedangkan tingkat
kesejahteraan yang kurang baik karena sebagian besar bekerja di sektor informal
dengan pendapatan yang tidak menentu, seperti pemulung, tukang kayu, penjaga
rumah, tukang ojek dan sejenisnya. Selama ini masyarakat hanya pasif menerima
bantuan dan kurang dilibatkan dalam menentukan keputusan. Upaya relokasi warga
Deliksari ke Pakintelan Gunungpati dengan cara tukar guling pada tahun 2011
hingga saat ini juga masih belum terlaksana, sehingga puluhan rumah yang miring
dibiarkan rusak.
di RT04 RW
06 Deliksari mengalami nasib yang paling buruk. Banyak rumah mereka yang rusak
akibat bencana tanah bergerak. Warga pun resah karena musibah ini rutin
terjadi,akibatnya banyak rumah yang hampir atau sudah runtuh akibat bencana ini
,bahkan tiap akhir pekan para warga RT 04/06 ini harus bergotong royong
membangun rumah-rumah warganya yang runtuh secara bergiliran,sehingga rutinitas
ini sudah seperti arisan untuk mereka. Selain merusak rumah warga, tanah
bergerak juga merusak jalan dan jembatan yang menjadi akses Desa Deliksari dari
jalan raya. Jalan dan jembatan selalu rusak bahkan kadang menghilang. Jalan dan
jembatan sudah diperbaiki oleh warga lebih dari lima kali namun selalu hilang
akibat tanah yang bergerak. Para mengaku lelah karena harus merenovasi rumah
jika musim hujan tiba. Warga Deliksari berharap ada bantuan dari pemerintah
sebagai solusi menghadapi bencana ini. Tanpa uluran tangan, warga sejauh ini
hanya bisa pasrah . Perlu
adanya solusi teknis untuk meringankan beban warga dalam kondisi upaya relokasi
warga yang tidak menentu dan warga juga tidak ada pilihan lain untuk tinggal.
Miris jika melihat
masih ada daerah yang seperti ini dan berada di dekatmu sedang kalian sendiri
baru tersadar ternyata masih ada daerah yang seperti ini. Pemandangan seperti
ini masih terjadi di daerah sekitar kita sendiri bahkan selalu atau sering kita
lewati. Apakah kalian pernah berfikir bahwa di dekat kita ada warga yang butuh
pemikiran kalian. Jika memang belum bisa memberikan yang lebih, cukup dengan
menyumbangkan ide atau pemikiran kita untuk mereka. hal kecil bisa bermanfaat
besar untuk mereka yang sangat membutuhkan kita. Kita sebagai warga sipil
harusnya tergerak hatinya melihat lingkungan seperti ini, bukan hanya gedung
pencakar langit, jembatan terpanjang, serta bendungan terbesar yang menjadi
utama dalam pikiran kita sebagai seorang engineer ,akan tetapi dari hal kecil seperti
inilah kita mulai menjadi seorang insinyur sebenarnya. Tak perlu jauh-jauh
untuk memberikan uluran tanganmu.
Bukankah
sebaik-baik manusia itu yang bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar