Jumat, 01 November 2013

untuk sipilku



Tahukah kalian wahai warga sipil, yang tepatnya berada di Unnes bawasanya ada warga di sekitar kita yang tidak begitu jauh dari Unnes yang membutuhkan bantuan kita, bukan materi atau sekedar sembako yang mereka butuhkan akan tetapi pikiran dan gotongroyong kitalah untuk bangunan sederhana yang tahan akan pergerakan tanah dan aman untuk mereka.
Secara administrasi Dukuh Deliksari termasuk dalam wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dengan luas Dukuh secara keseluruhan adalah 2,43 ha. Nasib yang dialami oleh warga Deliksari Kelurahan Sukorejo, Gunungpati ini memang tidak mudah. Setiap tahun mereka harus menghadapi kondisi alam yang tidak bersahabat dan menjadi bencana, yakni tanah bergerak.
Setiap musim penghujan datang, warga Dukuh Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati selalu khawatir akan kondisi rumah dan jalan kampung mereka yang selalu bergeser secara perlahan akibat pergerakan tanah pada lereng. Pergerakan tanah ini terjadi secara berlahan sehingga tidak sampai merobohkan rumah dalam seketika, sehingga setiap tahun pula warga secara bergotong-royong memperbaiki rumah yang rata-rata terbuat dari material kayu. Dukuh Deliksari merupakan salah satu daerah rawan longsor di Kota Semarang,Dihuni keluarga dengan tingkat pendidikan rendah.  Sebagian besar masyarakat berpendidikan di bawah SMA dengan prosentase paling banyak hanya lulusan SD yaitu sebesar 32% (2005). Sedangkan tingkat kesejahteraan yang kurang baik karena sebagian besar bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu, seperti pemulung, tukang kayu, penjaga rumah, tukang ojek dan sejenisnya. Selama ini masyarakat hanya pasif menerima bantuan dan kurang dilibatkan dalam menentukan keputusan. Upaya relokasi warga Deliksari ke Pakintelan Gunungpati dengan cara tukar guling pada tahun 2011 hingga saat ini juga masih belum terlaksana, sehingga puluhan rumah yang miring dibiarkan rusak.
di RT04 RW 06 Deliksari mengalami nasib yang paling buruk. Banyak rumah mereka yang rusak akibat bencana tanah bergerak. Warga pun resah karena musibah ini rutin terjadi,akibatnya banyak rumah yang hampir atau sudah runtuh akibat bencana ini ,bahkan tiap akhir pekan para warga RT 04/06 ini harus bergotong royong membangun rumah-rumah warganya yang runtuh secara bergiliran,sehingga rutinitas ini sudah seperti arisan untuk mereka. Selain merusak rumah warga, tanah bergerak juga merusak jalan dan jembatan yang menjadi akses Desa Deliksari dari jalan raya. Jalan dan jembatan selalu rusak bahkan kadang menghilang. Jalan dan jembatan sudah diperbaiki oleh warga lebih dari lima kali namun selalu hilang akibat tanah yang bergerak. Para mengaku lelah karena harus merenovasi rumah jika musim hujan tiba. Warga Deliksari berharap ada bantuan dari pemerintah sebagai solusi menghadapi bencana ini. Tanpa uluran tangan, warga sejauh ini hanya bisa pasrah . Perlu adanya solusi teknis untuk meringankan beban warga dalam kondisi upaya relokasi warga yang tidak menentu dan warga juga tidak ada pilihan lain untuk tinggal.
Miris jika melihat masih ada daerah yang seperti ini dan berada di dekatmu sedang kalian sendiri baru tersadar ternyata masih ada daerah yang seperti ini. Pemandangan seperti ini masih terjadi di daerah sekitar kita sendiri bahkan selalu atau sering kita lewati. Apakah kalian pernah berfikir bahwa di dekat kita ada warga yang butuh pemikiran kalian. Jika memang belum bisa memberikan yang lebih, cukup dengan menyumbangkan ide atau pemikiran kita untuk mereka. hal kecil bisa bermanfaat besar untuk mereka yang sangat membutuhkan kita. Kita sebagai warga sipil harusnya tergerak hatinya melihat lingkungan seperti ini, bukan hanya gedung pencakar langit, jembatan terpanjang, serta bendungan terbesar yang menjadi utama dalam pikiran kita sebagai seorang engineer ,akan tetapi dari hal kecil seperti inilah kita mulai menjadi seorang insinyur sebenarnya. Tak perlu jauh-jauh untuk memberikan uluran tanganmu.
Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya ?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar