Universitas Negeri Semarang (Unnes) merupakan perguruan
tinggi yang mengemban misi untuk menghasilkan lulusan yang cendekia, intelek
dan berkarakter. Tuntutan tersebut adalah dengan melakukan pembelajaran dalam
iklim akademik melalui budaya konservasi. Hal ini dilakukan agar mahasiswa
memperoleh wawasan dan mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan. Sebagai wujud
kontribusi untuk dunia pendidikan tanpa memisahkan diri dengan budaya konservasi
yang diusung Unnes.
Bersamaan dengan upaya
konservasi secara ekologis, penguatan pada aspek sikap dan perilaku segenap
warga universitas serta lingkungan disekitarnya yang mencerminkan nilai
konservasi menjadi program konservasi di bidang budaya.
Implementasinya lewat
sosialisasi dan pembudayaan sikap hidup ramah lingkungan, semangat menanam
sekaligus merawatnya, mengutamakan nir kertas, efisien energi sekaligus
pengembangan energi ramah lingkungan yang semua bermuara pada perlindungan dan
penguatan
Sejalan dengan itu,
kegiatan yang telah berlangsung, difasilitasi, dan dioptimalkan. Antara lain
sarasehan 'selasa legen (rebo legen)', sanggar tari, sanggar pedalangan,
sanggar panatacara, dan pembangunan kampung budaya
Kampung budaya, secara
fisik, merupakan sebuah perkampungan yang mencerminkan prinsip multikultural.
Diperkampungan inilah berbagai aspek dan wujud kebudayaan dieksplorasi,
diapresiasi dan dikembangkan.
Budaya nasional
adalah kumpulan dari berbagai nilai-nilai budaya daerah yang mencerminkan
Indonesia seutuhnya. Budaya yang membentuk sebuah adat istiadat yang mengakar
sehingga tak mudah hilang dalam pergaulan masyarakat.
Saat ini,
budaya Indonesia mulai kehilangan warnanya. Banyak peristiwa dan keadaan yang mencerminkan seperti generasi muda unnes
yang mulai melupakan
budaya daerahnya, menghilangnya kesenian tradisional dan mahasiswa unnes yang melakukan tindakan demo.
Tujuan dari konservasi
budaya sendiri yaitu untuk melestarikan, menjaga, dan mengembangkan budaya
tanah air dan agar tidak melupakan budaya kita.
Namun bagaimana
kenyataannya jika di kaitkan dengan mahasiswa unnes yang melakukan tindakan
demonstrasi. Padahal budaya yang kita lestarikan adalah budaya yang baik dan
bermanfaat tidak seperti demo. Apakah demo adalah suatu wujud konkret dari
konservasi budaya atau hanya niat dari oknum tertentu untuk mendapatkan sesuatu
yang menguntungkan bagi mereka sendiri dan merusak konservasi budaya di unnes.
Sampai saat ini tidak ada
reaksi dari petinggi-petinggi unnes yang menjunjung tinggi konservasi,
khususnya konservasi budaya sebagai
tameng perlindungan budaya bangsa. Para petinggi hanya sibuk memikirkan
bagaimana budaya dan kesenian tradisional menghasilkan profit yang menjanjikan
tetapi tidak disertai pengembangan dan pemugaran budaya daerah. Kebijakan
pemerintah terhadap masalah kebudayaan sangat kurang. Pejabat unnes hanya memusatkan diri pada masalah
ekonomi dan politik. Mereka mungkin lupa bahwa budaya nasional adalah identitas bagngsa Indonesia. Bila menyangkut sebuah bangsa yang
besar, yang dengan mudah membiarkan identitasnya dipermainkan oleh bangsa lain,
hal ini menjadi lebih berbahaya.
Indonesia memang negara
demokrasi tapi tidak harus selalu mendemonstrasi hal-hal yang seharusnya bisa
di bicarakan atau dengan cara musyawarah mufakat.
Selain itu
kita harus melakukan sesuatu untuk
melindungi budaya bangsa terutama generasi muda. Generasi muda terlalu terbuai
oleh budaya luar tanpa melihat indahnya budaya negeri sendiri yang maha kaya.
Memasuki era globalisasi bukan berarti kita meng-internasional-kan diri hingga
melupakan nasionalitas kita.
http://youtu.be/jotcxp4vtSI
http://youtu.be/jotcxp4vtSI

