Selasa, 25 Juni 2013

READY SUCCESSFUL CIVIL ENGINEERING


Menjadi orang sipil yang bergelut di dunia perproyekan bukan hanya nilai atau IP pada waktu kuliah yang di butuhkan, yang paling utama adalah skill dan ilmu yang kita dapat dari bangku perkuliahan. IP hanyalah nomer sekian dari banyak kebutuhan yang perlu di miliki seorang engineer.
Kita di bangku kuliah tidak hanya semata-mata berlomba-lomba mendapatkan nilai tinggi atau penghargaan ,yang paling utama adalah bagaimana kita mengaplikasikan ilmu yang kita dapat dengan dunia nyata kita. Percuma saja di bangku perkuliahan kita selalu mendapatkan IPK kumload akan tetapi di dunia nyata saat kita lulus kita tidak mampu berbuat apa saja yang di lakukan seorang engineer, bahkan sadisnya kita nganggur. Sepintar apapun jika seseorang tidak mempunyai skill tidak akan berguna IPK yang mereka dapatkan. Bukan teman kalian di dunia perkuliahan saat ini yang menjadi lawan, akan tetapi lawan sebenarnya adalah saat di dunia kerja yang sangat kejam dan bengis saling menjatuhkan lawan satu sama lain.
Jangan berkecil hati jika kalian tidak mendapatkan nilai yang kalian inginkan , di sini tujuan kalian kuliah tidak lain dan tidak bukan hanyalah mendapatkan ilmu untuk bekal kalian ke depan , IP hanyalah sebagian kecil dari suatu wujud penghargaan bergengsi di bangku kuliah.
Yang sangat di butuhkan dan menjadi utama dan pertama di perhatikan di dunia kita (civil engineering) adalah skill dan kerjas , bergantung kepada kita mengasah sedemikian rupa skill kita sendiri, ada yang mempunyai skill akan tetapi tidak bisa mengasah sama saja tidak tau konsep yang berjalan. Bermacam warna dan rupa di antara kita akan tetapi kita hanya satu tujuan kita hanyalah engineering. Berpintar-pintarlah mengasah skill kalian untuk masa depan civil engineering kalian.
Di dalam dunia kerja seorang engineer bukan nilai atau IP yang menentukan bangunan runtuh atau kokoh, akan tetapi skill kalian sebagai seorang engineer yang dapat membangun suatu bangunan itu dengan perhitungan yang tepat dan benar.
Suatu gedung yang berdiri kokoh tidak membutuhkan IP sebagai data berdirinya gedung itu sendiri,kokohnya bangunan itulah nilai kita yang sebenarnya, begitu pula dengan bangunan-bangunan lain.
 Jangan terlalu memburu IPmu saat ini ,akan tetapi berburulah ilmu sebanyak-banyaknya untuk konsep hidup kita yang akan datang di keesokan harinya yang lebih sulit dan membutuhkan kerja keras dan perasan tenaga serta otak kita. Banyak sekali seorang engineer sukse di luar sana yang tidak pernah mendapatkan IPK kumload akan tetapi mereka paham ilmu yang mereka dapatkan dan mereka tau konsep-konsep yang di terapkan di dunia engineering, sehingga mereka selalu sukses mendirikan gedung-gedung pencakar langit serta memegang mega proyek dunia.
Nilai kita yang sebenarnya ada pada bangunan yang kita dirikan nantinya di hadapan dunia, nilai yang kita dapatkan sekarang hanyalah bentuk kecil dari suatu pengahargaan di kelas dan teman-teman kalian saja.

Don’t you forget, the civilian world is our challenge.

Senin, 24 Juni 2013

konsisten pada konservasimu

Sejak 2010 UNNES di resmikan sebagai kampus konseravasi. Akan tetapi awal januari 2013 baru di tetapkan kebijakan konservasi yang dimana didalamnya menyebutkan salah satunya adalah dilarang membawa atau mengendarai sepeda motor di Area Kampus unnes, telah di sediakan juga GSG (Gedung Serba Guna) sebagai tempat parkir pusat untuk menitipkan sepeda motor atau mobil dan kendaraan yang lainnya untuk menghindari asap polusi dan sebagainya yang bersifat “negatif”.  Karena KONSERVASI adalah kebijakan yang sudah di tetapkan dan diresmikan UNNES seharusnya kebijakan tersebut tetap di pertahankan sampai kapanpun.
 Pada selasa minggu lalu telah di adakan SBMPTN di kampus unnes,Dengan adanya SBMPTN ,seharusnya kita kenalkan pada para calon mahasiswa baru kita tentang adanya kebijakan konservasi yang ada di UNNES bukan malah mencabut sementara kebijakan itu. Mungkin bisa di maklumkan karena alasan menghindari keterlambatan waktu test para calon mahasiswa, sebetulnya itu semua bukan masalah dan di jadikan penghalang untuk masalah konservasi kita, seharusnya UNNES lebih menggalakkan konservasinya dengan mengatur bus-busnya dengan ketepatan waktu dan ketepatan kecepatan, dengan begitu mungkin akan lebih memaknai arti konservasi kita daripada harus mencabut sementara kebijakan yang sudah di tetapkan sendiri.
Selama empat hari konservasi bagaikan permainan ketoprak yang dapat berganti tema dan topiknya, tidak harus di matikan sementara konservasi ini , malah justru seharusnya kita menggalakkan konservasi seperti yang di gembar-gemborkan selama ini dengan menunjukkan kepada calon mahasiswa baru aturan-aturan konservasi yang ada di unnes, dan harusnya kita pamerkan dan kenalkan kepada mereka bahwa kita punya konservasi yang unik dan mungkin tidak dapat di temui di universitas-universitas lain di jawa tengah, sehingga mereka dapat beradaptasi dan tidak kaget nantinya
 jika sudah jadi mahasiswa unnes. 
Dengan cara mematikan sementara aktivitas konservasi ini sama saja dengan menunjukkan kepada mereka bawasanya konservasi kita hanyalah konservasi coba-coba, dengan kata lain yang seharusnya konservasi ini harus di jalankan sesuai ketentuan yang sudah di tetapkan malah dengan mudah di lunturkan dengan sendirinya. Kita dapat mengemas konservasi dengan seapik mungkin tanpa harus mematikannya , dengan cara yang sudah di jelaskan di atas tadi dengan jadwal dan awak bus yang lebih efektif dan tepat waktu mungkin bisa lebih membantu tanpa merusak konservasi kita.


Harapan ke depannya agar tetap di jalankan konservasi meskipun di adakannya SBMPTN tidak jadi penghalang dan harusnya menjadi terpacu untuk mengenalkan kepada masyarakat baru tentang konservasi yang ada di unnes.