Senin, 24 Juni 2013

konsisten pada konservasimu

Sejak 2010 UNNES di resmikan sebagai kampus konseravasi. Akan tetapi awal januari 2013 baru di tetapkan kebijakan konservasi yang dimana didalamnya menyebutkan salah satunya adalah dilarang membawa atau mengendarai sepeda motor di Area Kampus unnes, telah di sediakan juga GSG (Gedung Serba Guna) sebagai tempat parkir pusat untuk menitipkan sepeda motor atau mobil dan kendaraan yang lainnya untuk menghindari asap polusi dan sebagainya yang bersifat “negatif”.  Karena KONSERVASI adalah kebijakan yang sudah di tetapkan dan diresmikan UNNES seharusnya kebijakan tersebut tetap di pertahankan sampai kapanpun.
 Pada selasa minggu lalu telah di adakan SBMPTN di kampus unnes,Dengan adanya SBMPTN ,seharusnya kita kenalkan pada para calon mahasiswa baru kita tentang adanya kebijakan konservasi yang ada di UNNES bukan malah mencabut sementara kebijakan itu. Mungkin bisa di maklumkan karena alasan menghindari keterlambatan waktu test para calon mahasiswa, sebetulnya itu semua bukan masalah dan di jadikan penghalang untuk masalah konservasi kita, seharusnya UNNES lebih menggalakkan konservasinya dengan mengatur bus-busnya dengan ketepatan waktu dan ketepatan kecepatan, dengan begitu mungkin akan lebih memaknai arti konservasi kita daripada harus mencabut sementara kebijakan yang sudah di tetapkan sendiri.
Selama empat hari konservasi bagaikan permainan ketoprak yang dapat berganti tema dan topiknya, tidak harus di matikan sementara konservasi ini , malah justru seharusnya kita menggalakkan konservasi seperti yang di gembar-gemborkan selama ini dengan menunjukkan kepada calon mahasiswa baru aturan-aturan konservasi yang ada di unnes, dan harusnya kita pamerkan dan kenalkan kepada mereka bahwa kita punya konservasi yang unik dan mungkin tidak dapat di temui di universitas-universitas lain di jawa tengah, sehingga mereka dapat beradaptasi dan tidak kaget nantinya
 jika sudah jadi mahasiswa unnes. 
Dengan cara mematikan sementara aktivitas konservasi ini sama saja dengan menunjukkan kepada mereka bawasanya konservasi kita hanyalah konservasi coba-coba, dengan kata lain yang seharusnya konservasi ini harus di jalankan sesuai ketentuan yang sudah di tetapkan malah dengan mudah di lunturkan dengan sendirinya. Kita dapat mengemas konservasi dengan seapik mungkin tanpa harus mematikannya , dengan cara yang sudah di jelaskan di atas tadi dengan jadwal dan awak bus yang lebih efektif dan tepat waktu mungkin bisa lebih membantu tanpa merusak konservasi kita.


Harapan ke depannya agar tetap di jalankan konservasi meskipun di adakannya SBMPTN tidak jadi penghalang dan harusnya menjadi terpacu untuk mengenalkan kepada masyarakat baru tentang konservasi yang ada di unnes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar