Sejak 2010 UNNES di resmikan sebagai kampus konseravasi.
Akan tetapi awal januari 2013 baru di tetapkan kebijakan konservasi yang
dimana didalamnya menyebutkan salah satunya adalah dilarang membawa atau
mengendarai sepeda motor di Area Kampus unnes, telah di sediakan juga GSG
(Gedung Serba Guna) sebagai tempat parkir pusat untuk menitipkan sepeda motor
atau mobil dan kendaraan yang lainnya untuk menghindari asap polusi dan
sebagainya yang bersifat “negatif”.
Karena KONSERVASI adalah kebijakan yang sudah di tetapkan dan diresmikan
UNNES seharusnya kebijakan tersebut tetap di pertahankan sampai kapanpun.
Selama empat hari konservasi bagaikan permainan ketoprak
yang dapat berganti tema dan topiknya, tidak harus di matikan sementara
konservasi ini , malah justru seharusnya kita menggalakkan konservasi seperti
yang di gembar-gemborkan selama ini dengan menunjukkan kepada calon mahasiswa
baru aturan-aturan konservasi yang ada di unnes, dan harusnya kita pamerkan dan
kenalkan kepada mereka bahwa kita punya konservasi yang unik dan mungkin tidak
dapat di temui di universitas-universitas lain di jawa tengah, sehingga mereka
dapat beradaptasi dan tidak kaget nantinya
jika sudah jadi mahasiswa unnes.
Dengan cara mematikan sementara aktivitas konservasi ini
sama saja dengan menunjukkan kepada mereka bawasanya konservasi kita hanyalah
konservasi coba-coba, dengan kata lain yang seharusnya konservasi ini harus di
jalankan sesuai ketentuan yang sudah di tetapkan malah dengan mudah di
lunturkan dengan sendirinya. Kita dapat mengemas konservasi dengan seapik
mungkin tanpa harus mematikannya , dengan cara yang sudah di jelaskan di atas
tadi dengan jadwal dan awak bus yang lebih efektif dan tepat waktu mungkin bisa
lebih membantu tanpa merusak konservasi kita.
Harapan ke depannya agar tetap di jalankan konservasi
meskipun di adakannya SBMPTN tidak jadi penghalang dan harusnya menjadi terpacu
untuk mengenalkan kepada masyarakat baru tentang konservasi yang ada di unnes.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar